Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Produktif Berbasis Multiliterasi Terintegrasi Moderasi Beragama
Keywords:
Model Pembelajaran, Multiliterasi, Moderasi Beragama, Keterampilan, BerbahasaSynopsis
Buku ini membahas pengembangan model pembelajaran keterampilan berbahasa produktif yang dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran bahasa di era digital, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Keterampilan menulis dan berbicara tidak lagi dipahami semata sebagai kemampuan teknis kebahasaan, melainkan sebagai praktik akademik dan sosial yang berperan dalam membentuk nalar kritis, etika komunikasi, serta sikap keberagamaan yang moderat. Berangkat dari kondisi tersebut, buku ini menawarkan Model Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Produktif Berbasis Multiliterasi Terintegrasi Moderasi Beragama sebagai pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.
Pendekatan multiliterasi dalam buku ini diposisikan sebagai fondasi pedagogis yang memungkinkan mahasiswa memahami dan memproduksi makna melalui berbagai bentuk teks, baik cetak, visual, digital, maupun audiovisual. Proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan struktur bahasa, tetapi juga pada kemampuan mengolah informasi, membangun argumen, dan menyampaikan gagasan secara kritis serta bertanggung jawab. Integrasi moderasi beragama menjadi landasan etis dalam praktik berbahasa, sehingga keterampilan menulis dan berbicara yang dikembangkan senantiasa mencerminkan nilai toleransi, antikekerasan, komitmen kebangsaan, dan penghargaan terhadap keberagaman.
Model pembelajaran yang ditawarkan disusun melalui tahapan pembelajaran yang sistematis dan berorientasi produk, meliputi eksplorasi, formulasi, produksi, reviu dan revisi, transformasi, serta publikasi. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa dilatih menghasilkan artikel opini dan pidato digital yang argumentatif, berbasis data, dan relevan dengan isu sosial keagamaan kontemporer. Pembelajaran bahasa dengan demikian tidak hanya berfokus pada proses belajar di kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam ruang publik akademik dan digital.
Secara keseluruhan, buku ini menempatkan pembelajaran bahasa sebagai ruang strategis untuk mengembangkan keterampilan akademik sekaligus membentuk karakter komunikator publik yang reflektif, inklusif, dan moderat. Dengan pendekatan yang integratif dan aplikatif, buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi dosen, mahasiswa, dan peneliti dalam mengembangkan pembelajaran berbahasa yang produktif, bermakna, dan berakar pada nilai nilai keislaman yang rahmatan lil alamin.

